Kopi Aceh Gayo Dari mrocoffee
- bisnis online
- 27 Feb 2020
- 2 menit membaca
Kopi Aceh Gayo Dari Mr. O Coffee
Kopi aceh gayo adalah salah satu varietas dari kopi arabika. Kopi aceh gayo ini berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Rata – rata perkebunan di Gayo berada pada ketinggian ± 1000 mdpl sampai 1200 mdpl, jadi kopi aceh gayo ini juga berasal dari perkebunan yang berada di ketinggian yang ± 1000 mpdl. Kopi aceh gayo ini memiliki karakteristik yang khas pada aroma dan juga rasa kopinya, itulah yang membuat salah satu varietas kopi arabika ini menjadi komoditi unggulan. Tidak hanya kopinya saja yang terkenal, namun aceh juga kini dikenal sebagai salah satu sentral produksi kopi arabika terbesar. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi di Asia juga.

Untuk dapat mencoba kopi aceh gayo ini, anda tidak perlu jauh – jauh ke aceh. Cukup anda memesan secara online di Mr. O Coffee, dengan begitu anda tidak perlu membuang – buang uang untuk pulang dan pergi, waktu dan juga tenaga. Kualitas kopi aceh gayo mrocoffee tidak beda jauh dengan yang aslinya, karena memang yang tersedia di Mr. O Coffee ini juga merupakan kopi asli gayo yang telah disangrai dengan standar yang internasional menggunakan metode yang berbeda – beda. Biji kopi nya juga merupakan biji kopi pilihan, yang memang hanya dipih yang berkualitas. Jadi anda tidak perlu ragu lagi untuk mencoba kopi dari Mr. O Coffee ini, dari pada anda penasaran bila tidak mencoba. Untuk masalah harga dijamin terjangkau dan sesuai dengan kualitas kopi yang akan anda dapatkan.
Proses Pengelolaan Kopi Aceh Gayo
Berdasarkan cara kerjanya, ada dua cara yang dapat digunakan dalam pengolahan buah kopi yang basah agar menjadi kopi beras. Kopi beras ? bagi anda yang belum tahu, kopi beras adalah kopi yang asalnya dari buah kopi basah yang sudah melewati beberapa tingkatan proses pengolahan. Dua cara mengolah buah kopi ialah
Pengolahan kering ( Ost Indische Bereiding )
pengolahan basah ( West Indische Bereiding )
Dari kedua proses diatas, berbedaannya adalah pada proses kering terjadi pengupasan daging buah, kulit tanduk dan juga kulit ari setelah biji kopi kering ( kopi gelondong ). Sedangkan pada proses basah, pengupasan daging pada buah dilakukan pada waktu biji kopinya masih basah.